Sunday, 29 October 2017

Inspirasi


Jalanku
Karya : Lion Bantar Buana


Saat aku terjatuh dan tak bisa berdiri lagi
Ku susuri lorong gelap tanpa setitik cahaya
Terpaku dalam suramnya hari
Tanpa satu harapan di sana

Saat aku tak bisa mengungkapkan dunia
Dan hanya bisa memandangi  sengsara
Aku tak berani bercuap
Untuk sekadar bercerita

Yang ku tahu
duka dan air mata
Mendengar gunjingan yang menyelimuti
Dan cuap yang tak kunjung reda
Hanyalah sebagian yang tak bermakna

Seandainya aku bisa berkata
Tuhan, bisakah ku putar waktu ?
Hanya untuk mempersatukan
Dua insan kodrat manusia
Tak pernah letih menasihatiku
Tanpa pamrih

Mulai detik ini
Aku telah melambaikan sepucuk senyum
Karena aku telah menemukan
Jawaban dari semua pertanyaan mengapa
Semua yang ku lakukan
Semua yang ku ingat
Kau adalah inspirasiku
Kalau kau bisa, mengapa aku tidak ?
Meskipun sejuta manusia di depanku
Kau tetap inspirasiku
Untuk peduli terhadap sesama
Dan percaya bahwa
Tuhan tak pernah salah

Thursday, 16 February 2017

Melody of Life

Hidup Itu Perjuangan
Oleh : Lion Bantar Buana


    Pada suatu hari yang cerah aku sedang duduk di bawah pohon rindang. Seperti biasanya aku menyanyikan lagu dan melantunkan syair demi meraih uang. Setiap hari aku mendapat penghasilan yang tak pasti. Aku hanya mengandalkan keahlian sastraku. Semua orang mengatakan kalau aku berbakat menjadi penyair. Sudah berkali kali aku mengirimkan karya sastraku tapi apa daya tak pernah diterbitkan. Sampai suatu saat aku mengikuti lomba baca puisi tapi tetap saja tidak juara. Tapi aku tak pernah menyerah. Aku yakin suatu saat aku bisa.
    Kemudian, aku memutuskan untuk menjadi pengamen. Di situ aku mulai belajar untuk menciptakan lagu. Kemudian, aku beri judul filsafat kehidupan. Setiap hari aku mengamen untuk meraih recehan uang. Sampai suatu saat aku mengikuti audisi melody of life. Di situ aku mendapatkan juara satu. Dalam hatiku berkata, mimpi apa aku tadi malam. Aku langsung sujud syukur. Kemudian, salah satu mentor memberikanku kontrak rekaman. Setelah itu kuberi nama albumku filsafat kehidupan. Dalam penjualannya albumku laris. Namaku dikenal sebagai the blonde from Indonesia. Semua orang memanggilku seperti itu.
    Sekarang hidupku berubah. Aku semakin dikenal orang. Keluargaku bangga denganku. Meskipun demikian, aku tak pernah sombong. Aku membagikan sebagian hartaku untuk yang membutuhkan. Karena aku tau hidup itu tak semudah yang dikira. Hidup itu sebuah proses perjuangan. Jadi jangan pernah berbangga diri. You may delay, but time will not. Kamu mungkin bisa berhenti, tetapi waktu tidak akan pernah berhenti.

Wednesday, 18 January 2017

Penyesalan Seorang Penyair
Karya : Lion Bantar Buana

Aku tahu
Cinta adalah senjata paling berbahaya di dunia ini
Karena aku telah terluka olehnya
Seandainya aku bisa merubah cara pandangku
Dan sikapku terhadapmu
Tapi aku hanyalah 
Orang yang bodoh saat itu
Aku harus menerima
Kenyataan pahit ini 
Bahwa aku tak pernah mendapatkan 
Cinta darimu
Aku menulis ini
Di tengah filsafat kehidupan
Yang tak pernah sempurna

Sunday, 15 January 2017

Seandainya

Seandainya
Karya : Lion Bantar Buana

Di suatu senja
Ku telusuri cakram warna
Tampak olehku sebuah pelangi yang indah
Bak nirwana
    Pada suatu saat aku terhenti
    Melihat pelangi di sini
    Yang ku lihat pelangi
     Terusik awan kelam
Hati kecilku berkata
Apa yang telah terjadi pada pelangi di sana ?
Kemana pelangiku ?
Kemana keindahan yang kau berikan ?
    Aku sedih kau seperti itu
    Aku sakit karena kau seperti itu
    Seandainya ...
    Aku merasakan
    Jadi kamu sebentar saja
    Aku tau kau merasakan sakit parah
Datanglah padaku bila engkau menangis
Meskipun pelukku tak sehangat senja
Meski ucapku tak menghapus air mata
Percaya padaku, aku yang terbaik untukmu
    Satu pintaku, aku berjanji padamu
    Jika aku akan selalu menemanimu
    Meski waktu tak tertuju
    Kau yang terbaik untukku setiap waktu

Friday, 13 January 2017

Berpikirlah ke Depan


 Pikiran Palsu
Karya : Lion Bantar Buana

Dalam termangu aku membisu
Di awan kelam aku diam
Dalam pasung bisu
Aku berkalam
Siapa aku ?
Seorang murid baku
Anak saku
Atau pikiran palsu
Yang menghantui setiap beludru
Atau mungkin ...
Hanyalah sampah
Yang terbuang di antara serpihan
Serpihan yang terikat
Terikat oleh kegilaan pikiran
Pikiran yang sekarang terhenti
Untuk sedikit waktu
Memahami cakrawala hati

Rogoselo, Negeri Warisan

Sebuah Cerita di Kaki Gunung Rogo Jembangan
Karya : Lion Bantar Buana

Di kaki gunung Rogo Jembangan
Di tengah rimbunnya pohon karet
Di antara semak-semak belukar, tepian sungai Nggoromanik
Arca Dwara Pala menggendong gada
    Berabad-abad lamanya di Rogoselo ...
    Tak tergerus waktu
    Tak usang oleh zaman
    Menguak tabir sebuah cerita
    Tentang Baron Scheber dan Ki Penatas Angin
Kata kakekku ...
Rogo adalah raga, selo adalah batu
Batu hitam kutukan Ki Penatas Angin
Kekerasan hati baron mengubahnya menjadi batu
Keserakahan ...
Egoisme ...
Keangkaramurkaan ...
Menyelubungi kabut hati Baron
    Wahai arca Dwara Pala
    Tak adakah sedikit pencerahan
    Tak adakah setitik sinar terang
    Agar engkau tak menggigil oleh embun malam
    Agar engkau tak basah oleh rintik-rintik hujan
Ataukah ...
Memang ingin kau ukir sejarah
Sebagai warisan leluhur 
Agar terpatri di sanubari nusantara ini
Sebagai sebuah legenda
Yang tak pernah pudar
Oleh roda waktu
    Wahai batu hitam yang membisu ...
    Akankah engkau tetap berdiri kokoh
    Sekokoh karang di lautan
    Ataukah lapuk oleh lumut dan hujan
    Ataukah tenggelam oleh amukan alam 
    Bahkan terlupakan zaman
    Yang kuinginkan kau jadi tempat wisata
    Dikenal anak bangsa dan turis mancanegara
    Menambah kekayaan budaya nusantara
   

Thursday, 12 January 2017

Ancaman Budaya Pekalongan

Sintrenku yang Hilang
Karya : Lion Bantar Buana

Senja itu, mentari memerah menyambut malam
Kutelusuri pesisir lautan
Lirih suara ombak seakan membisikkan kesedihan
Tampak olehku seorang penari sintren
Duduk tepekur ...
Matanya nanar, menerawang jauh ke batas cakrawala
Seakan-akan hatinya bertanya
Ke manakah sintrenku ?
Ke manakah tetabuhan gembyung dan bumbungku ?
Ke manakah tarian mistikku ?
Karena, sekarang ...
Tak terdengar lagi, alunan gembyung dan bumbung
Semua tergantikan, dengan gamelan dan orkesan
Tak tercium lagi, aroma dupa yang menyeruak ke angkasa raya
Tak terlihat lagi, sang pawang mengalunkan mantra-mantra
Semua tergantikan, dengan tahlil dan sholawatan
Karena ...
Mantra-mantra sintrenku dianggap bersekutu dengan syetan
Aroma dupaku melambangkan kemusyrikan
Oh sintrenku ...
Haruskah kulepas trah warisan leluhurku
Yang dibangun, dijaga dengan tetes darah dan pengorbanan
Sedang ku tahu
Ada kepalsuan, di balik tabir kurungan
Ada rekayasa, di balik lemah gemulainya tarian
Duh gusti murbaing jagad
Bagaimanakah kupertahankan trah warisan leluhurku ?
Agar tetap lestari dan abadi, 
Di bumi pertiwi
Hingga akhir zaman



Budaya Pekalongan

Jlamprangku, Warisan Leluhurku
Karya : Lion Bantar Buana

Dari leluhurku
Kau wariskan sebuah mahakarya
Goresan dan corak lukisan alam Indonesia
Dari peluh dan bakti para pecanting tua
    Di atas sehelai kain putih
    Kau ayunkan canting-cantingmu
    Merangkai titik-titik lilin malam
    Membentuk garis dan lengkungan
    Mengejawantahkan ragam hias ceplokan dalam lung-lungan
Goresan tinta lilinmu, penuh pesan dan sarat makna
Menguak tabir sebuah cerita
Tentang syaiwa paksa, cakra, dan bunga padma
Pada zaman wangsa sanjaya
    Jlamprangku, warisan leluhurku
    Medium kosmis dan simbol mistik
    Persembahan pada den ayu lanjar
    Dalam upacara nyadran sakral, pesisir lautan
Jlamprangku, warisan leluhurku
Menyihir mata dunia
Melekat halus diraga dan dada manusia Indonesia
Menumbuhkan sebuah cinta anak bangsa
    Jlamprangku, warisan leluhurku
    Kutinggikan engkau
    Kuabadikan engkau 
    Di pusaran khatulistiwa
    Hingga akhir zaman