Wednesday, 18 January 2017

Penyesalan Seorang Penyair
Karya : Lion Bantar Buana

Aku tahu
Cinta adalah senjata paling berbahaya di dunia ini
Karena aku telah terluka olehnya
Seandainya aku bisa merubah cara pandangku
Dan sikapku terhadapmu
Tapi aku hanyalah 
Orang yang bodoh saat itu
Aku harus menerima
Kenyataan pahit ini 
Bahwa aku tak pernah mendapatkan 
Cinta darimu
Aku menulis ini
Di tengah filsafat kehidupan
Yang tak pernah sempurna

Sunday, 15 January 2017

Seandainya

Seandainya
Karya : Lion Bantar Buana

Di suatu senja
Ku telusuri cakram warna
Tampak olehku sebuah pelangi yang indah
Bak nirwana
    Pada suatu saat aku terhenti
    Melihat pelangi di sini
    Yang ku lihat pelangi
     Terusik awan kelam
Hati kecilku berkata
Apa yang telah terjadi pada pelangi di sana ?
Kemana pelangiku ?
Kemana keindahan yang kau berikan ?
    Aku sedih kau seperti itu
    Aku sakit karena kau seperti itu
    Seandainya ...
    Aku merasakan
    Jadi kamu sebentar saja
    Aku tau kau merasakan sakit parah
Datanglah padaku bila engkau menangis
Meskipun pelukku tak sehangat senja
Meski ucapku tak menghapus air mata
Percaya padaku, aku yang terbaik untukmu
    Satu pintaku, aku berjanji padamu
    Jika aku akan selalu menemanimu
    Meski waktu tak tertuju
    Kau yang terbaik untukku setiap waktu

Friday, 13 January 2017

Berpikirlah ke Depan


 Pikiran Palsu
Karya : Lion Bantar Buana

Dalam termangu aku membisu
Di awan kelam aku diam
Dalam pasung bisu
Aku berkalam
Siapa aku ?
Seorang murid baku
Anak saku
Atau pikiran palsu
Yang menghantui setiap beludru
Atau mungkin ...
Hanyalah sampah
Yang terbuang di antara serpihan
Serpihan yang terikat
Terikat oleh kegilaan pikiran
Pikiran yang sekarang terhenti
Untuk sedikit waktu
Memahami cakrawala hati

Rogoselo, Negeri Warisan

Sebuah Cerita di Kaki Gunung Rogo Jembangan
Karya : Lion Bantar Buana

Di kaki gunung Rogo Jembangan
Di tengah rimbunnya pohon karet
Di antara semak-semak belukar, tepian sungai Nggoromanik
Arca Dwara Pala menggendong gada
    Berabad-abad lamanya di Rogoselo ...
    Tak tergerus waktu
    Tak usang oleh zaman
    Menguak tabir sebuah cerita
    Tentang Baron Scheber dan Ki Penatas Angin
Kata kakekku ...
Rogo adalah raga, selo adalah batu
Batu hitam kutukan Ki Penatas Angin
Kekerasan hati baron mengubahnya menjadi batu
Keserakahan ...
Egoisme ...
Keangkaramurkaan ...
Menyelubungi kabut hati Baron
    Wahai arca Dwara Pala
    Tak adakah sedikit pencerahan
    Tak adakah setitik sinar terang
    Agar engkau tak menggigil oleh embun malam
    Agar engkau tak basah oleh rintik-rintik hujan
Ataukah ...
Memang ingin kau ukir sejarah
Sebagai warisan leluhur 
Agar terpatri di sanubari nusantara ini
Sebagai sebuah legenda
Yang tak pernah pudar
Oleh roda waktu
    Wahai batu hitam yang membisu ...
    Akankah engkau tetap berdiri kokoh
    Sekokoh karang di lautan
    Ataukah lapuk oleh lumut dan hujan
    Ataukah tenggelam oleh amukan alam 
    Bahkan terlupakan zaman
    Yang kuinginkan kau jadi tempat wisata
    Dikenal anak bangsa dan turis mancanegara
    Menambah kekayaan budaya nusantara
   

Thursday, 12 January 2017

Ancaman Budaya Pekalongan

Sintrenku yang Hilang
Karya : Lion Bantar Buana

Senja itu, mentari memerah menyambut malam
Kutelusuri pesisir lautan
Lirih suara ombak seakan membisikkan kesedihan
Tampak olehku seorang penari sintren
Duduk tepekur ...
Matanya nanar, menerawang jauh ke batas cakrawala
Seakan-akan hatinya bertanya
Ke manakah sintrenku ?
Ke manakah tetabuhan gembyung dan bumbungku ?
Ke manakah tarian mistikku ?
Karena, sekarang ...
Tak terdengar lagi, alunan gembyung dan bumbung
Semua tergantikan, dengan gamelan dan orkesan
Tak tercium lagi, aroma dupa yang menyeruak ke angkasa raya
Tak terlihat lagi, sang pawang mengalunkan mantra-mantra
Semua tergantikan, dengan tahlil dan sholawatan
Karena ...
Mantra-mantra sintrenku dianggap bersekutu dengan syetan
Aroma dupaku melambangkan kemusyrikan
Oh sintrenku ...
Haruskah kulepas trah warisan leluhurku
Yang dibangun, dijaga dengan tetes darah dan pengorbanan
Sedang ku tahu
Ada kepalsuan, di balik tabir kurungan
Ada rekayasa, di balik lemah gemulainya tarian
Duh gusti murbaing jagad
Bagaimanakah kupertahankan trah warisan leluhurku ?
Agar tetap lestari dan abadi, 
Di bumi pertiwi
Hingga akhir zaman



Budaya Pekalongan

Jlamprangku, Warisan Leluhurku
Karya : Lion Bantar Buana

Dari leluhurku
Kau wariskan sebuah mahakarya
Goresan dan corak lukisan alam Indonesia
Dari peluh dan bakti para pecanting tua
    Di atas sehelai kain putih
    Kau ayunkan canting-cantingmu
    Merangkai titik-titik lilin malam
    Membentuk garis dan lengkungan
    Mengejawantahkan ragam hias ceplokan dalam lung-lungan
Goresan tinta lilinmu, penuh pesan dan sarat makna
Menguak tabir sebuah cerita
Tentang syaiwa paksa, cakra, dan bunga padma
Pada zaman wangsa sanjaya
    Jlamprangku, warisan leluhurku
    Medium kosmis dan simbol mistik
    Persembahan pada den ayu lanjar
    Dalam upacara nyadran sakral, pesisir lautan
Jlamprangku, warisan leluhurku
Menyihir mata dunia
Melekat halus diraga dan dada manusia Indonesia
Menumbuhkan sebuah cinta anak bangsa
    Jlamprangku, warisan leluhurku
    Kutinggikan engkau
    Kuabadikan engkau 
    Di pusaran khatulistiwa
    Hingga akhir zaman