Sintrenku yang Hilang
Karya : Lion Bantar Buana
Senja itu, mentari memerah menyambut malam
Kutelusuri pesisir lautan
Lirih suara ombak seakan membisikkan kesedihan
Tampak olehku seorang penari sintren
Duduk tepekur ...
Matanya nanar, menerawang jauh ke batas cakrawala
Seakan-akan hatinya bertanya
Ke manakah sintrenku ?
Ke manakah tetabuhan gembyung dan bumbungku ?
Ke manakah tarian mistikku ?
Karena, sekarang ...
Tak terdengar lagi, alunan gembyung dan bumbung
Semua tergantikan, dengan gamelan dan orkesan
Tak tercium lagi, aroma dupa yang menyeruak ke angkasa raya
Tak terlihat lagi, sang pawang mengalunkan mantra-mantra
Semua tergantikan, dengan tahlil dan sholawatan
Karena ...
Mantra-mantra sintrenku dianggap bersekutu dengan syetan
Aroma dupaku melambangkan kemusyrikan
Oh sintrenku ...
Haruskah kulepas trah warisan leluhurku
Yang dibangun, dijaga dengan tetes darah dan pengorbanan
Sedang ku tahu
Ada kepalsuan, di balik tabir kurungan
Ada rekayasa, di balik lemah gemulainya tarian
Duh gusti murbaing jagad
Bagaimanakah kupertahankan trah warisan leluhurku ?
Agar tetap lestari dan abadi,
Di bumi pertiwi
Hingga akhir zaman
langkah awal yang baik. BAGUUUUUS!
ReplyDeleteSaya telah mengikuti blog lionbuana.blogspot.com